ANUGERAH PRASETYA ADIKARYA BUDAYA 2021 & DISKUSI SENI RUPA

Penghargaan diberikan oleh Komunitas Padhang Njingglang
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Sekalipun banyak penulis seni rupa yang telah menorehkan jejak emas kepenulisan seni rupa, pelacakan kami dalam kepenulisan seni rupa jatuh kepada Mikke Susanto. Pilihan ini lebih karena “kesederhanaan” nya, yang ternyata demikian substantif, esensial dan bahkan krusial kritikal.

Kesadarannya membangun pengetahuan mendasar dunia pengetahuan kesenirupaan, menunjukkan kepekaannya dan intuisinya yang tajam menyikapi keadaan bangunan kesenirupaan Indonesia yang masih “compang camping”. Ini terlacak pada karya tulisnya dan upaya seriusnya dalam kritik seni, kekuratoran, dan tata kelola seni. Diantaranya buku “Diksi Rupa” yang telah dikerjakan sejak 2003 menjadi jawaban utama. Ini adalah sumbangsih utama dalam kesenirupaan tanah air.

Tak salah “Anugerah Prasetya Adikarya Budaya #3” patut diberikan kepada Dr. Mikke Susanto, M.A. (dan Dr. Djuli Djatiprambudi). Meskipun apa yang kami haturkan amat sangat tidak setara dengan pengabdiannya selama ini. Bahkan amat sangat terasa kurang. Namun, semoga dengan hal sederhana ini, menjadi ittiba’ (mengikut jejak) seluruh tulisan-tulisannya yang “sederhana” sangat substantial, bahkan memikat makna dan pengetahuan mendasar kesenian kita.

Bersamaan dengan agenda penyerahan penghargaan digelar pula diskusi seni bersama 2 penerima award pada SABTU, 27 NOVEMBER 2021, jam 19.00-21.00 WIB di Joglo Sendang Kamulyan Art & Space – Jl. Mastrip Gg.1 No. 23, Jepun Tulungagung Jawa Timur.

Mikke Susanto sendiri saat ini tercatat sebagai staf di Jurusan Tata Kelola Seni – FSR ISI Yogyakarta. Ia juga merupakan pendiri Dicti Art Laboratory Yogyakarta. Sejak 2000 telah melakukan kerja kuratorial pada 140 lebih pameran seni rupa. Aktivitas lainnya adalah berpameran seni rupa, menulis kritik dan buku, serta menjalani profesi sebagai dinamisator kerja kreatif lain.

Aktivitas internasionalnya adalah menjadi anggota Dewan Akuisisi Koleksi National Gallery Singapore sejak 2017 hingga kini. Termasuk mengisi simposium internasional di Stedelijk Museum Amsterdam dan kuliah umum tentang Raden Saleh di National Gallery Singapore. Seminar Internasional Budaya Jawa, Kraton Yogyakarta, Juli 2021. Pada September 2021 mengisi salah satu kuliah tentang industri kreatif di Asia Institute Faculty of Arts University of Melbourne Australia. Pada Oktober 2021, juga diundang sebagai pembicara perihal seni dan agama oleh Berlin Institute of Islamic Theology, Humboldt University Berlin, Jerman.

Saat ini tengah menyusun kronik se-abad pameran seni rupa di Indonesia 1900-2000. Aktivitas organisasi selain sebagai Ketua Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta juga sebagai Deputi Divisi Keorganisasian Perkumpulan Penulis Indonesia (Satupena). +++

Teks: Tim juri Anugerah Prasetya Adikarya Budaya 2021 💐